<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Pojok Renungan</title>
	<atom:link href="http://pojokrenungan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pojokrenungan.wordpress.com</link>
	<description>Merenungkan dan Merefleksikan Hidup</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Apr 2010 16:40:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='pojokrenungan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Pojok Renungan</title>
		<link>http://pojokrenungan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://pojokrenungan.wordpress.com/osd.xml" title="Pojok Renungan" />
	<atom:link rel='hub' href='http://pojokrenungan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
	<item>
		<title>Pengharapan</title>
		<link>http://pojokrenungan.wordpress.com/2010/04/29/pengharapan/</link>
		<comments>http://pojokrenungan.wordpress.com/2010/04/29/pengharapan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Apr 2010 16:37:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Hadi Pramono]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[harapan]]></category>
		<category><![CDATA[ketekunan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pojokrenungan.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Roma 8:24-25 8:24 Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya? 8:25 Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun. Pernahkah Anda berharap sesuatu? Jawabannya saya rasa hampir semua sama, pasti punya. Ya, yang jelas harapan itu adalah [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pojokrenungan.wordpress.com&#038;blog=6273326&#038;post=49&#038;subd=pojokrenungan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Roma 8:24-25</strong><br />
<em>8:24 Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya?<br />
8:25 Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun. </em></p>
<p>
Pernahkah Anda berharap sesuatu? Jawabannya saya rasa hampir semua sama, pasti punya. Ya, yang jelas harapan itu adalah sesuatu yang belum kita miliki saat ini, bisa dibilang sesuatu yang didambakan. Baik itu mengenai pendidikan, pekerjaan, pasangan hidup, keluarga, atau hal lainnya. Lalu kepada siapa dan bagaimana kita menaruh pengharapan itu? Kalo kita merenungkan lebih dalam isi Alkitab, disana jelas sekali dikatakan bahwa pengharapan kita satu-satunya adalah berasal dari Allah. Secara nyata, kita boleh saja mengharapkan sesuatu. Tapi sudah benarkah pengharapan kita itu? Apakah dasar kita mempunyai pengharapan itu? Untuk kebaikankah? Atau hanya semata untuk kepentingan pribadi. Sebaiknya kita merenungkan lebih dalam tentang pengharapan kita.
</p>
<p>
Ketika orang mempunyai pengharapan, haruslah ia memiliki keyakinan yang kuat bahwa pengharapan itu pasti diperoleh. Tentu saja tidak sekedar yakin saja, harus disertai tindakan nyata. Mungkin saja didalam pencapaian itu, banyak sekali rintangan atau bahasa kasarnya kesengsaraan. Namun kalo kita melihat dari bacaan Alkitab lainnya yang diambil dari Roma 5:3-5, jelas sekali sebelum ada pengharapan yang tidak mengecewakan, pada awalnya kita mengalami kesengsaraan, lalu muncul ketekunan yang menghasilkan tahan uji, dan tahan uji memberikan pengharapan. Ternyata dalam menantikan pengharapan ada proses yang panjang, supaya kita menjadi tekun, bekerja keras, bersemangat, dan terlebih lagi bersukacita setiap saat.
</p>
<p>
Ada baiknya, kita tidak hanya berharap saja, tetapi menjadi pengharapan. Seperti seorang dokter yang akan menyembuhkan pasiennya. Sang dokter tidak akan mengatakan kepada pasien yang mengalami penyakit kronis, bahwa penyakitnya tidak bisa disembuhkan. Tetapi sang dokter akan memberikan pengharapan kepada si pasien bahwa ia akan disembuhkan dengan obat dan perawatan medis yang diberikan oleh dokter. Dan tentu saja pernyataan si dokter ini membawa semangat sang pasien untuk tetap hidup.
</p>
<p>
Nah saudara yang terkasih, mari kita tetap memiliki pengharapan, menantikannya dengan tekun. Terlebih lagi kita menjadi pengharapan untuk orang lain. Selamat berpengharapan!</p><br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pojokrenungan.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pojokrenungan.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pojokrenungan.wordpress.com&#038;blog=6273326&#038;post=49&#038;subd=pojokrenungan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pojokrenungan.wordpress.com/2010/04/29/pengharapan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/aad939669319961cc0c715b067b7080c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Hadi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berbuah Pada Saatnya</title>
		<link>http://pojokrenungan.wordpress.com/2010/04/12/berbuah-pada-saatnya/</link>
		<comments>http://pojokrenungan.wordpress.com/2010/04/12/berbuah-pada-saatnya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Apr 2010 16:38:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Hadi Pramono]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[buah]]></category>
		<category><![CDATA[keberhasilan]]></category>
		<category><![CDATA[orang benar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pojokrenungan.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Mazmur 1 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. (Ayat 3) Disekeliling rumah saya banyak ditumbuhi pohon, baik yang bisa berbuah maupun tidak. Ada pohon yang berbuah pada musimnya namun ada juga pohon yang tidak juga berbuah. Disamping [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pojokrenungan.wordpress.com&#038;blog=6273326&#038;post=44&#038;subd=pojokrenungan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Mazmur 1</strong><br />
<em>Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. (Ayat 3)</em></p>
<p>Disekeliling rumah saya banyak ditumbuhi pohon, baik yang bisa berbuah maupun tidak. Ada pohon yang berbuah pada musimnya namun ada juga pohon yang tidak juga berbuah. Disamping itu ada aliran air kecil untuk irigasi, ditepinya juga ada beberapa pohon buah. Terlihat beda sekali ketika musim kemarau tiba, pohon yang berada jauh dari aliran air, daunnya terlihat kering, namun pohon yang berada dekat aliran air daunnya selalu terlihat segar bahkan pohon buah akan selalu berbuah pada musimnya.</p>
<p>Penggambaran diatas sama halnya apa yang dituliskan oleh pemazmur dalam bacaan ini. Orang yang benar akan selalu berbuah, apa saja yang diperbuatnya berhasil. Apa yang dilakukan oleh orang benar akan didapat hasil yang baik. Perlu diingat pula bahwa keberhasilan ini belum tentu pula saat itu juga dirasakan, namun juga butuh waktu untuk merasakan keberhasilan itu. Sama halnya dengan berbuah pada musimnya, keberhasilan itu juga akan didapat pada saatnya. Mungkin sebelum saatnya itu akan mengalami terpaan pencobaan, namun tidak perlu kuatir karena orang benar akan dapat mengatasinya dengan mudah karena sudah memiliki dasar yang kuat (di tepi aliran air).</p>
<p>Sebagai orang percaya kita juga harus mengamini hal ini, bahwa orang benar pasti akan diberi jalan oleh Tuhan. Kita pasti akan menerima hasil yang terbaik dari Tuhan pada saatnya nanti. Mari saatnya kita berjalan dalam kebenaran yaitu yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam, maka apa saja yang diperbuat akan berhasil.</p><br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pojokrenungan.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pojokrenungan.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pojokrenungan.wordpress.com&#038;blog=6273326&#038;post=44&#038;subd=pojokrenungan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pojokrenungan.wordpress.com/2010/04/12/berbuah-pada-saatnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/aad939669319961cc0c715b067b7080c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Hadi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jangan tamak</title>
		<link>http://pojokrenungan.wordpress.com/2009/06/11/jangan-tamak/</link>
		<comments>http://pojokrenungan.wordpress.com/2009/06/11/jangan-tamak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2009 01:41:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Hadi Pramono]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[harta]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[tamak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pojokrenungan.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Lukas 12:13-21 Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung pada kekayaannya itu. (Luk 12:15) Harta, kekayaan&#8230;tidaklah dipungkiri bahwa itu adalah sesuatu hal yang sangat vital dalam hidup. Bagaimana tidak, segala sesuatu yang kita butuhkan didunia ini, uang-lah yang menjadi perantara. Butuh ini, butuh itu, ditukar dengan uang (sebagai [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pojokrenungan.wordpress.com&#038;blog=6273326&#038;post=37&#038;subd=pojokrenungan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Lukas 12:13-21<br />
</strong><em>Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung pada kekayaannya itu. (Luk 12:15)<br />
</em></p>
<p>Harta, kekayaan&#8230;tidaklah dipungkiri bahwa itu adalah sesuatu hal yang sangat vital dalam hidup. Bagaimana tidak, segala sesuatu yang kita butuhkan didunia ini, uang-lah yang menjadi perantara. Butuh ini, butuh itu, ditukar dengan uang (sebagai alat tukar resmi negara). Bahkan tidak hanya dalam bentuk barang, yang tidak terlihatpun juga dapat dibayar dengan uang.</p>
<p>Segala benda yang memiliki nilai jual adalah bentuk dari kekayaan. Lalu seringkali orang memanfaatkan kekayaannya secara tidak benar. Mereka beranggapan dengan hartanya maka semua urusan menjadi beres. Dengan kata lain mereka tidak butuh orang lain sebagai penolong, yang ditonjolkan adalah egoisme dan individualisme, -beristirahat, makan, minum, bersenang-senang (ayat 19).</p>
<p>Tuhan Yesus berkata kepada orang kaya tersebut dengan sebutan orang bodoh (ayat 20). Karena orang kaya tersebut tidak tahu bagaimana menggunakan hartanya secara benar.</p>
<p>Bagaimanapun juga kekayaan yang ada didunia tidaklah abadi, mau tidak mau suatu saat pasti akan ditinggalkan. Jadi untuk apa kekayaan yang ada hanya dipakai untuk diri sendiri?? Bagikan kepada orang-orang yang ada disekitar kita, biarlah mereka juga merasakan berkat Tuhan. Melalui kekayaan, kita dapat menyatakan kasih kepada sesama. Jangan tamak, karena hidup tidak bergantung pada kekayaan. (ayat 15)</p><br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pojokrenungan.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pojokrenungan.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pojokrenungan.wordpress.com&#038;blog=6273326&#038;post=37&#038;subd=pojokrenungan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pojokrenungan.wordpress.com/2009/06/11/jangan-tamak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/aad939669319961cc0c715b067b7080c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Hadi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jangan Bimbang</title>
		<link>http://pojokrenungan.wordpress.com/2009/03/19/jangan-bimbang/</link>
		<comments>http://pojokrenungan.wordpress.com/2009/03/19/jangan-bimbang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 03:05:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Hadi Pramono]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[bimbang]]></category>
		<category><![CDATA[hikmat]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[percaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pojokrenungan.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Yakobus 1:2-6 Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. (Yak 1:6). Sekali lagi, menjalani hidup itu tidak mudah. Kerap kali kita jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan. Namun Yakobus disini menulis bahwa ketika mendapat pencobaan, anggaplah itu sebagai [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pojokrenungan.wordpress.com&#038;blog=6273326&#038;post=34&#038;subd=pojokrenungan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Yakobus 1:2-6</strong><br />
<em>Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. (Yak 1:6).</em></p>
<p>Sekali lagi, menjalani hidup itu tidak mudah. Kerap kali kita jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan. Namun Yakobus disini menulis bahwa ketika mendapat pencobaan, anggaplah itu sebagai suatu kebahagiaan. Tentu saja pencobaan itu adalah ujian terhadap iman kita yang akan menghasilkan suatu ketekunan dan menjadikan kita sempurna dan utuh dan tak kekurangan apapun.</p>
<p>Iman menjadi dasar dari segala sesuatu. Ketika mengalami pencobaan kita harus percaya bahwa kita sanggup untuk mengatasinya. Kita percaya bahwa Tuhan sendiri yang akan memampukan kita untuk keluar dari pencobaan tersebut. Namun kerap kali kita tidak yakin, kita merasa bimbang, bimbang akan kemampuan kita, bimbang apakah Tuhan akan menolong kita. Ketika mengalami kebimbangan, apa yang selanjutnya kita lakukan. Berdoa mungkin menjadi cara untuk mengatasinya. Namun kerap kali kita juga tidak menyerahkan seluruhnya pada Tuhan, sehingga kita tetap mengalami kebimbangan. Melalui ayat ini “Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.” Kita semakin diingatkan bahwa kita harus melepaskan seluruh kebimbangan kita dan mempercayakan seluruhnya pada Tuhan, memintanya dalam iman.</p>
<p>Mari datang kepada Tuhan dengan hati yang penuh iman, dan Tuhan akan memberikan hikmat kepada kita.</p><br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pojokrenungan.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pojokrenungan.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pojokrenungan.wordpress.com&#038;blog=6273326&#038;post=34&#038;subd=pojokrenungan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pojokrenungan.wordpress.com/2009/03/19/jangan-bimbang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/aad939669319961cc0c715b067b7080c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Hadi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hasilnya nanti</title>
		<link>http://pojokrenungan.wordpress.com/2009/03/04/hasilnya-nanti/</link>
		<comments>http://pojokrenungan.wordpress.com/2009/03/04/hasilnya-nanti/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2009 08:10:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Hadi Pramono]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[bukan anak gampang]]></category>
		<category><![CDATA[ganjaran]]></category>
		<category><![CDATA[hajar]]></category>
		<category><![CDATA[hasil]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[rintangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pojokrenungan.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Ibrani 12:1-11 Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya. (Ibr 12:11) Menjalani hidup bukanlah perkara yang mudah. Banyak rintangan yang menghadang di depan kita. Namun bukan berarti tidak bisa menjani hidup, pasti bisa. Kata pasti berarti [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pojokrenungan.wordpress.com&#038;blog=6273326&#038;post=30&#038;subd=pojokrenungan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ibrani 12:1-11</strong><br />
<em>Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya. (Ibr 12:11)</em></p>
<p>Menjalani hidup bukanlah perkara yang mudah. Banyak rintangan yang menghadang di depan kita. Namun bukan berarti tidak bisa menjani hidup, pasti bisa. Kata pasti berarti menunjukkan jaminan, kita harus percaya itu. Dalam bacaan ini, bahwa dalam pergumulan melawan dosa kita belum sampai mencucurkan darah (ayat 4), artinya bahwa itu sebenarnya belum seberapa, belum melampau kekuatan kita. Kita diberi ganjaran Allah, seperti halnya seorang ayah menghajar seorang anak (ayat 7). Kita tahu bahwa seorang ayah mendidik anaknya pasti untuk sesuatu yang benar, agar anaknya menjadi manusia baik (baik menurut anggapan sang ayah). Namun disini Allah menghajar kita adalah untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya (ayat 10).<br />
Bapa surgawi begitu mengasihi kita sehingga tidak membiarkan kita tetap menjadi kanak-kanak, tidak membiarkan kita menjadi anak-anak gampang. Tapi Ia mendisplinkan kita melalui pergumulan yang kita alami. Ia mendisiplinkan kita lebih dari seorang ayah. Kita tahu seperti guci yang terbuat dari tanah liat, bagaimanakah proses pembuatan guci tersebut. Melalui beberapa tahap yang begitu menyakitkan mulai dari diinjak, dipoles, dibakar, hingga akhirnya menjadi sesuatu yang indah. Bukan sesuatu yang gampang, adalah sebuah proses. Demikianlah hidup kita, bukan apa yang saat ini kita peroleh, tetapi menjadi orang seperti apa kita nanti. Menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya. (Ayat 11)</p><br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pojokrenungan.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pojokrenungan.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pojokrenungan.wordpress.com&#038;blog=6273326&#038;post=30&#038;subd=pojokrenungan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pojokrenungan.wordpress.com/2009/03/04/hasilnya-nanti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/aad939669319961cc0c715b067b7080c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Hadi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Petunjuk yang benar</title>
		<link>http://pojokrenungan.wordpress.com/2009/02/24/petunjuk-yang-benar/</link>
		<comments>http://pojokrenungan.wordpress.com/2009/02/24/petunjuk-yang-benar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2009 02:36:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Hadi Pramono]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[firman]]></category>
		<category><![CDATA[kebenaran]]></category>
		<category><![CDATA[mengajar]]></category>
		<category><![CDATA[petunjuk]]></category>
		<category><![CDATA[tulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pojokrenungan.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[II Timotius 3 3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Beberapa hari yang lalu bisa menjadi pelajaran berharga ketika saya harus belajar bagaimana mengikuti petunjuk yang benar. Saya sedang mengerjakan Tugas Akhir, mengimplementasikan algoritma dalam bentuk program / aplikasi komputer. [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pojokrenungan.wordpress.com&#038;blog=6273326&#038;post=23&#038;subd=pojokrenungan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>II Timotius  3</strong><br />
3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. </em></p>
<p>Beberapa hari yang lalu bisa menjadi pelajaran berharga ketika saya harus belajar bagaimana mengikuti petunjuk yang benar. Saya sedang mengerjakan Tugas Akhir, mengimplementasikan algoritma dalam bentuk program / aplikasi komputer. Saya menganggap bahwa program yang saya buat sudah benar (langkah-langkah pengerjaan dan hasil akhir). Dosen pembimbing kedua pun menggangap itu sudah sesuai, namun dosen pembimbing pertama lebih teliti sehingga pada akhirnya dapat mengetahui kesalahan yang saya buat. Sayapun akhirnya terbuka dan mengakui bahwa program yang saya buat kurang sesuai, dan saya menerima petunjuk / saran dari dosen sebagai koreksi yang benar. Pengalaman ini memberikan pelajaran berharga, yang pertama saya dapat optimis bahwa saya pasti dapat menyelesaikan studi saya. Dan yang kedua saya belajar untuk mengakui kesalahan, mengikuti petunjuk yang benar, dan terus semangat untuk berjuang menyelesaikannya.<br />
Seringkali dalam kehidupan yang kita jalani, menganggap bahwa kita sudah mengikuti jalur yang benar. Tindakan kita hanya berdasar pertimbangan dan keputusan individual. Kita tidak tahu bagaimanakah berfikir dan bertindak secara benar. Dua atau lebih sumber menjadi sebuah input, namun tidak semua input adalah benar, mungkin hanya satu atau beberapa saja. Melalui renungan yang kita baca saat ini kita disadarkan bahwa kita sebenarnya mempunyai acuan yang baku dan benar. Acuan yang dapat memberikan pertimbangan dan keputusan yang tepat. Ya firman Tuhan. Tulisan yang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Kutipan surat Paulus kepada Timotius ini kiranya layak kita renungkan dan hayati. Kita yang &#8216;tidak benar&#8217; ini hendaknya mawas diri dengan bantuan &#8216;segala tulisan yang diilhamkan Allah&#8217;.</p><br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pojokrenungan.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pojokrenungan.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pojokrenungan.wordpress.com&#038;blog=6273326&#038;post=23&#038;subd=pojokrenungan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pojokrenungan.wordpress.com/2009/02/24/petunjuk-yang-benar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/aad939669319961cc0c715b067b7080c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Hadi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengampuni</title>
		<link>http://pojokrenungan.wordpress.com/2009/02/10/mengampuni/</link>
		<comments>http://pojokrenungan.wordpress.com/2009/02/10/mengampuni/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 07:35:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Hadi Pramono]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[ampuni]]></category>
		<category><![CDATA[kasih mesra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pojokrenungan.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Efesus 4:32 Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu. Ada dua orang anak, mereka bermain-main di tepi pantai. Tiba-tiba mereka bertengkar, dan salah seorang menampar pipi temannya hingga biru legam. Anak yang dipukul diam seketika tanpa banyak bicara, tidak membalas [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pojokrenungan.wordpress.com&#038;blog=6273326&#038;post=17&#038;subd=pojokrenungan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Efesus  4:</strong><strong>32</strong><br />
<em>Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.</em></p>
<p><em>Ada dua orang anak, mereka bermain-main di tepi pantai. Tiba-tiba mereka bertengkar, dan salah seorang menampar pipi temannya hingga biru legam. Anak yang dipukul diam seketika tanpa banyak bicara, tidak membalas apa yang dilakukan oleh temannya tadi. Yang dilakukannya adalah menulis diatas pasir: HARI INI TEMANKU TELAH MEMUKUL AKU. Mereka pun bermain kembali, berlari-lari di tepi pantai. Ketika sedang  asyik bermain, tiba-tiba anak yang dipukul tadi terperosok dalam lubang perangkap yang digunakan untuk menangkap binatang. Ia berteriak minta tolong, “Tolonggggg&#8230;.tolongggggg&#8230;.!”. Temannya melihat kejadian itu, lalu mencari  tali dan berusaha sekuat tenaga untuk mengeluarkan temannya dari lubang. Akhirnya anak itu dapat keluar. Anak yang dipukul tadi bekata, “Terima kasih kamu telah menyelamatkan aku”. Kemudian ia mencari batu besar dan menulis di atas batu: HARI INI TEMANKU TELAH MENYELAMATKAN AKU.<br />
Selesai menulis temannya berkata, “Mengapa setelah aku memukulmu kamu menulisnya diatas pasir, dan ketika aku menyelematkanmu kamu menulisnya diatas batu?”. Jawab anak itu, “Ketika kamu memukulku, aku menulisnya diatas pasir agar aku dapat menghapus perbuatan buruk. Ketika kamu menyeleamatkanku, aku menulisnya diatas batu, karena perbuatan baik harus dikenang.”<br />
Demikian pula perbuatan buruk harus diampuni dan dihilangkan sedangkan perbuatan baik harus dikembangkan.</em></p>
<p>Renungan ini menyadarkan kita, bahwa kita diperhadapkan pada dua sisi, kebaikan dan kejahatan. Kita diajarkan untuk saling mengampuni seorang terhadap yang lain. Seringkali dalam kehidupan, kita (Anda dan saya) diperhadapkan dalam permasalahan ini. Perkara mengampuni bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Hukum rimba berlaku, pukul ganti pukul, tendang ganti tendang, hantam ganti hantam. Hal ini sangat tidak diperkenankan oleh Tuhan. Tuhan Yesus sendiri mengajarkan kita bagaimana kita bersikap terhadap orang yang  berbuat jahat kepada kita. Matius 5:39 “Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.” Memberikan pipi kiri setelah pipi kanan ditampar, sangat-sangat tidak logis. Tetapi itulah ajaran Tuhan, agar kita tidak membalas yang jahat dengan sesuatu yang jahat pula, tetapi membalas dengan kebaikan. Kebaikan yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari, hidup ramah, saling mengampuni, saling mengasihi.</p>
<p>Mari kita belajar untuk bersikap seperti anak yang dipukul tadi, untuk hidup ramah seorang terhadap yang lain dan saling mengampuni, menghapus kesalahan didalam hati dan pikiran kita.</p>
<p>Selamat mengampuni karena sebelumnya kita telah diampuni!</p><br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pojokrenungan.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pojokrenungan.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pojokrenungan.wordpress.com&#038;blog=6273326&#038;post=17&#038;subd=pojokrenungan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pojokrenungan.wordpress.com/2009/02/10/mengampuni/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/aad939669319961cc0c715b067b7080c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Hadi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berubah</title>
		<link>http://pojokrenungan.wordpress.com/2009/02/02/berubah/</link>
		<comments>http://pojokrenungan.wordpress.com/2009/02/02/berubah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 10:15:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Hadi Pramono]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[baik]]></category>
		<category><![CDATA[kehendak Allah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pojokrenungan.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Roma 12:1-8 Berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. (Roma 12:2) Kata berubah menunjukkan ada suatu kejadian atau peristiwa untuk menuju fase satu ke fase lainnya. Atau bisa juga diartikan berubah adalah suatu modifikasi dari sesuatu yang lama menjadi sesuatu yang [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pojokrenungan.wordpress.com&#038;blog=6273326&#038;post=11&#038;subd=pojokrenungan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Roma 12:1-8</strong><br />
<em>Berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. (Roma 12:2)</em></p>
<p>Kata berubah menunjukkan ada suatu kejadian atau peristiwa untuk menuju fase satu ke fase lainnya. Atau bisa juga diartikan berubah adalah suatu modifikasi dari sesuatu yang lama menjadi sesuatu yang baru. Dari kata tersebut kita teringat akan siklus biologis kupu-kupu yaitu metamorfosa. Sebelum menjadi kupu-kupu, bentuk awalnya adalah ulat. Ada suatu proses perubahan dari ulat menjadi kepompong, hingga akhirnya menjadi kupu-kupu. Perubahan yang cukup terlihat dari bentuk fisiknya, ulat yang begitu menjijikan menjadi seekor kupu-kupu yang sangat indah. Tidak hanya itu saja perubahan lainpun terlihat, ulat yang sebelumnya berjalan merangkak, kini menggunakan sayapnya untuk bergerak, ulat yang sebelumnya makan daun kini setelah menjadi kupu-kupu menghisap madu sebagai makanannya. Hidup kita pula diminta untuk berubah, tentunya saja berubah menuju arah yang benar yang sesuai dengan kehendak Allah.</p>
<p>Dalam bacaan kita saat ini Paulus mengajak kita untuk berubah, berubah oleh pembaharuan budi. Tidak hanya dalam bentuk fisik saja yang berubah, tetapi seluruh kepribadian, pola  hidup, tingkah laku, dsb yang akhirnya menjadikan kita dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.<br />
Perubahan adalah suatu proses, kita perlu menyadari itu. Dan didalam proses pasti ada suatu aktivitas. Aktivitas bisa diibaratkan upaya, usaha, dan tindakan kita. Kita tidak hanya berdiam diri saja. Seperti pesan paulus supaya kita mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah. Kita diberikan karunia untuk mempersembahkan diri kita.  Ada karunia untuk bernubuat, ada karunia untuk melayani, ada karunia untuk mengajar, dan ada karunia untuk menasihati. Pergunakanlah karunia-karunia tersebut  sebagai persembahan diri kita untuk menuju suatu perubahan. Hingga saatnya kelak kita menjadi indah.</p>
<p>Selamat berubah.</p><br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pojokrenungan.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pojokrenungan.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pojokrenungan.wordpress.com&#038;blog=6273326&#038;post=11&#038;subd=pojokrenungan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pojokrenungan.wordpress.com/2009/02/02/berubah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/aad939669319961cc0c715b067b7080c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Hadi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika aku menjadi dewasa</title>
		<link>http://pojokrenungan.wordpress.com/2009/01/23/ketika-aku-menjadi-dewasa/</link>
		<comments>http://pojokrenungan.wordpress.com/2009/01/23/ketika-aku-menjadi-dewasa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2009 04:49:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Hadi Pramono]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[dewasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pojokrenungan.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[1 Korintus 13:11 “Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. Menjadi anak memang sangat menyenangkan. Dan itulah masa yang paling indah. Tidak ada beban dan tanggungan hidup dalam pundak mereka. Tapi dengan sejalannya waktu, kita tidak mungkin [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pojokrenungan.wordpress.com&#038;blog=6273326&#038;post=8&#038;subd=pojokrenungan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>1 Korintus 13:11</strong><br />
<em>“Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.</em></p>
<p>Menjadi anak memang sangat menyenangkan. Dan itulah masa yang paling indah. Tidak ada beban dan tanggungan hidup dalam pundak mereka. Tapi dengan sejalannya waktu, kita tidak mungkin untuk terus berada dalam masa kanak-kanak, kita akan memasuki jenjang yang lebih tinggi yaitu dewasa. Menjadi dewasa bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Tanggung jawab yang besar telah ada didepan mata.<br />
Seperti bacaan saat ini, menjadi dewasa harus meninggalkan sifat kanak-kanak. Berfikir secara dewasa, tahu mana yang baik dan buruk. Menjadi dewasa (bukan secara fisik) dapat terbentuk melalui pengalaman hidup kita. Pengalaman yang menyenangkan maupun tidak menyenangkan. Melalui campur tangan Tuhan kita akan semakin kuat dalam melangkah mengarungi kehidupan ini. Kita akan dikuatkan ketika mengalami pencobaan, dan saat itulah kita akan menjadi dewasa.</p>
<p>Jadilah dewasa! Selamat mengaruhi kehidupan ini.</p><br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pojokrenungan.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pojokrenungan.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pojokrenungan.wordpress.com&#038;blog=6273326&#038;post=8&#038;subd=pojokrenungan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pojokrenungan.wordpress.com/2009/01/23/ketika-aku-menjadi-dewasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/aad939669319961cc0c715b067b7080c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Hadi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kebenaran akan memerdekakan kamu</title>
		<link>http://pojokrenungan.wordpress.com/2009/01/22/kebenaran-akan-memerdekakan-kamu/</link>
		<comments>http://pojokrenungan.wordpress.com/2009/01/22/kebenaran-akan-memerdekakan-kamu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jan 2009 13:57:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Hadi Pramono]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[dosa]]></category>
		<category><![CDATA[kebenaran]]></category>
		<category><![CDATA[kesalahan]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[putus asa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pojokrenungan.wordpress.com/2009/01/22/kebenaran-akan-memerdekakan-kamu/</guid>
		<description><![CDATA[Yohanes 8:32 (&#8230;dan kamu akan mengetahui kebenaran dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.) Banyak orang (Anda maupun saya) terkadang ‘putus aja’ menjalani kehidupan. Kesalahan-kesalahan yang berlawanan dengan kehendak Tuhan masih sering dilakukan. Lalu agar kesalahan tidak dilakukan lagi, banyak orang berjanji bahwa yang pernah dilakukannya tidak akan diulangi lagi. Tapi dengan sejalannya waktu, janji yang [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pojokrenungan.wordpress.com&#038;blog=6273326&#038;post=7&#038;subd=pojokrenungan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Yohanes 8:32</strong><br />
(&#8230;dan kamu akan mengetahui kebenaran dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.)</em></p>
<p>Banyak orang (Anda maupun saya) terkadang ‘putus aja’ menjalani kehidupan. Kesalahan-kesalahan yang berlawanan dengan kehendak Tuhan masih sering dilakukan. Lalu agar kesalahan tidak dilakukan lagi, banyak orang berjanji bahwa yang pernah dilakukannya tidak akan diulangi lagi. Tapi dengan sejalannya waktu, janji yang pernah disepakati (oleh manusia dengan Tuhan) dilanggar. Dan ia teringat bahwa ia pernah berjanji. Dan karena pelanggarannya itu, ia merasa bersalah dan selalu menyalahkan dirinya sendiri. Hari-harinya diliputi dengan perasaan salah yang selalu mengikuti, dalam hatinya berteriak-teriak ‘mengapa saya melakukannya&#8230;., mengapa saya melakukannya&#8230;.’. Memang secara logika benar bahwa ada kesadaran akan pelanggarannya, tapi hal yang tidak sepatutnya dilakukan adalah selalu menyalahkan diri sendiri. Bahkan karena penyesalannya ini, ia tidak bisa untuk melakukan sesuatu. Melalui bacaan kita saat ini, ayat 31, kita diingatkan bahwa Tuhan memberikan jalan bagaimana kita keluar dari masalah ini. ‘&#8230; “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku”. Ya syaratnya cukup mudah yaitu “tetap dalam firman-Ku”. Senantiasa melakukan apa yang dikehendaki Tuhan (tentu saja kita tahu kehendak Tuhan dengan membaca firman-Nya). Dan ketika kita melakukannya kita kan mengetahui kebenaran, yaitu kebenaran yang akan memerdekakan kita (ayat 32). Kebenaran yang membebaskan kita dari rasa bersalah tadi, karena kita tahu bagaimana cara untuk menebus kesalahan-kesalahan melalui petunjuk dalam firman Tuhan. Dan kita kita akan dibebaskan dari dosa.<br />
Mari melalui renungan saat ini, kita harus melawan segala dosa, pantang menyerah, dan bangkit untuk memperbaiki kesalahan bukan hanya meratapi kesalahan. Memang dosa adalah ‘nikmat’, ‘enak’, tetapi dosa adalah tetap dosa, jadi berbaliklah dan ikutilah jalan Tuhan melalui firman-Nya. Kebenaran akan memihak kepada kita dan kebenaran akan memerdekakan kita.</p><br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pojokrenungan.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pojokrenungan.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pojokrenungan.wordpress.com&#038;blog=6273326&#038;post=7&#038;subd=pojokrenungan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pojokrenungan.wordpress.com/2009/01/22/kebenaran-akan-memerdekakan-kamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/aad939669319961cc0c715b067b7080c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Hadi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
