Jangan tamak

11 Juni 2009 - Leave a Response

Lukas 12:13-21
Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung pada kekayaannya itu. (Luk 12:15)

Harta, kekayaan…tidaklah dipungkiri bahwa itu adalah sesuatu hal yang sangat vital dalam hidup. Bagaimana tidak, segala sesuatu yang kita butuhkan didunia ini, uang-lah yang menjadi perantara. Butuh ini, butuh itu, ditukar dengan uang (sebagai alat tukar resmi negara). Bahkan tidak hanya dalam bentuk barang, yang tidak terlihatpun juga dapat dibayar dengan uang.

Segala benda yang memiliki nilai jual adalah bentuk dari kekayaan. Lalu seringkali orang memanfaatkan kekayaannya secara tidak benar. Mereka beranggapan dengan hartanya maka semua urusan menjadi beres. Dengan kata lain mereka tidak butuh orang lain sebagai penolong, yang ditonjolkan adalah egoisme dan individualisme, -beristirahat, makan, minum, bersenang-senang (ayat 19).

Tuhan Yesus berkata kepada orang kaya tersebut dengan sebutan orang bodoh (ayat 20). Karena orang kaya tersebut tidak tahu bagaimana menggunakan hartanya secara benar.

Bagaimanapun juga kekayaan yang ada didunia tidaklah abadi, mau tidak mau suatu saat pasti akan ditinggalkan. Jadi untuk apa kekayaan yang ada hanya dipakai untuk diri sendiri?? Bagikan kepada orang-orang yang ada disekitar kita, biarlah mereka juga merasakan berkat Tuhan. Melalui kekayaan, kita dapat menyatakan kasih kepada sesama. Jangan tamak, karena hidup tidak bergantung pada kekayaan. (ayat 15)